Wabup : MUI Tenda Besar Yang Menaungi Islam - Website Sekretariat Daerah Wabup : MUI Tenda Besar Yang Menaungi Islam – Website Sekretariat Daerah

17 November 2016

Posted in Berita Utama
Posted on: November 17th, 2016 Oleh master

KRAMAT – Wakil Bupati Tegal, Dra Umi Azizah mengemukakan, Majelis Ulama Indonesia ( MUI) ini adalah sebuah tenda besar bagi umat Islam yang majemuk, baik itu mereka yang tergabung dalam Ormas Islam maupun yang tidak. Dan kemajemukan tersebut perlu diwadahi dalam sebuah forum dialog yang sangat penting artinya bagi tegaknya umat tengahan, Islam Wasatiyyah sebagai sebuah wawasan bahwa umat manusia sebagai hamba ciptaan Allah memiliki kecenderungan untuk mengambil jalan tengah dalam kesadaran manusia.

 

“Ini sesuai dengan pijakan tema Musda kali ini yaitu “Meneguhkan Peran MUI dalam Mewujudkan Islam yang Moderat dan Rahmatan lil Alamin”, kata Wabup Umi saat membuka Musyawarah Daerah ke-9 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tegal, Sabtu (12/11) di Aula Masjid Al-Ukhuwwah Mejasem Barat Kec. Kramat.

 

Dengan demikian, kata Wabup, MUI bisa berdiri tegak sebagai tenda besar yang menaungi Islam yang menolak ekstrimisme, liberalisme, dan nilai-nilai menyimpang lainnya, penuh kelapangdadaan dalam semangat persaudaraan, kerukunan, gotong royong, dan kesediaan untuk mendukung masyarakat Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika. Semua demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 sebagai kristalisasi nilai-nilai agama Islam.

 

“Saya meyakini bahwa umat Islam kita siap menjalankan hidup maju, berzikir berfikir, beramal soleh dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang adil dan makmur, mandiri serta berperadaban tinggi. Disinilah saya berharap MUI Kabupaten Tegal dapat berperan lebih nyata dalam membimbing masyarakat, menyadarkan umat untuk berpikir optimistis dan melakukan kerja-kerja produktif,” tandas Umi

 

Menurut Wabup, kondisi masyarakat kita tengah dilanda krisis jati diri, krisis ideologi, krisis kepemimpinan dan krisis kepercayaan. Masyarakat kita mudah sekali terjebak pada iming-iming keuntungan materi secara instant tanpa harus berusaha, apalagi jika kemudian dalam prakteknya dikemas dengan cara-cara syariah. Tidak usah jauh-jauh seperti kasus Dimas Kanjeng di Jawa Timur, kejadian yang menimpa saudara-saudara kita, jamaah pengajian di Desa Grogol Kecamatan Dukuhturi yang tertipu oleh oknum guru ngaji cukup menjadi pembelajaran berarti bagi kita.

 

“Hal lain yang juga patut diwaspadai adalah penawaran investasi yang marak berkembang di Kabupaten Tegal oleh sebuah perusahaan investasi yang kini dinyatakan ilegal oleh OJK dan Satgas Waspada Investasi. Dalam menjaring calon nasabahnya, selain menawarkan suku bunga tinggi juga ada bagi hasil keuntungan yang langsung dipotong untuk zakat, dan tentunya ini cukup menarik bagi kalangan umat muslim,” imbaunya Melihat fenomena seperti ini, Wakil Bupati berharap MUI dapat memberikan nasihat dan fatwanya sebagai panduan bagi semua pihak dalam mensikapi permasalahan keagamanaan dan kemasyarakatan, karena sudah menyangkut pautkan dengan ajaran agama Islam. Terlebih, seiring dengan semakin kompleksnya masalah berbangsa dan bernegara, peran konstruktif MUI Kabupaten Tegal sebagai penghubung antara ulama dengan umaro dan mitra strategis Pemda juga sangat diperlukan guna mendukung pencapaian program pembangunan daerah.

 

“Pemerintah Kabupaten Tegal sangat terbuka dan senang menerima pemikiran serta masukan. Untuk itu saya persilahkan MUI Kabupaten Tegal, baik diminta ataupun tidak diminta, dapat mengungkapkan saran-sarannya kepada kami. Hal ini penting agar arah kebijakan pembangunan daerah senantiasa seiring sejalan dengan nilai-nilai keagamaan khususnya nilai-nilai keislaman,” kata Umi

 

Umi menambahkan, perlu diketahui bersama bahwa Pemkab Tegal terus berupaya mewujudkan kondisi lingkungan sosial masyarakat Kabupaten Tegal yang aman, nyaman dan kental dengan nuansa keagamaan. “Upaya kami menutup sejumlah lokalisasi yang dibarengi dengan pemberdayaan eks penghuninya menjadi salah satu aksi nyatanya, termasuk merazia lebih dari 18 pasangan tanpa nikah yang sebagian besar masih ABG di kamar-kamar wisma atau villa milik warga di kawasan obyek wisata Guci beberapa waktu lalu menjadi catatan tersendiri, betapa pergaulan bebas sudah menjadi bagian dari kehidupan remaja kita, anak-anak kita. Dan ini tidak bisa kita diamkan,” pungkasnya. (s@n)

Comments

comments